Rekor Treble Winners Selain Barca

118. Rekor Treble Winners Selain Barca
Final Champions kemarin mengukirkan sebuah sejarah baru bagi Barcelona. Karena mereka berhasil menyatukan tiga gelar untuk yang ke tiga kalinya. judi bola Kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan rekor mereka sebagai klub yang untuk pertama kalinya bisa menyatukan tiga gelar dua kali.
Keberhasilan mereka memenangkan Champions ditentukan dengan skor 3-1 melawan Juventus. Tiga gol Barca dicetak oleh Rakitic, Suarez, dan Neymar. Gol balasan yang hanya satu kali diciptakan oleh Morata. Penyatuan tiga gelar atau treble winners merupakan kesuksesan dari sebuah tim yang selain merebut gelar Champions, juga berhasil merebut gelar piala dan liga domestik. Penyatuan tiga gelar itu untuk pertama kalinya dilakukan Barca saat musim 2008/2009. Di bawah kepemimpinan Guardiola, Barcelona berhasil meraih kemenangan besar dengan trio ujung tombaknya saat itu; Messi, Eto’o, dan Henry. Bahkan di musim itu, mereka juga berhasil mencetak sejarah baru sebagai sebuah tim yang mampu merebut enam gelar dalam waktu satu tahun.

Meskipun tidak melakukannya dua kali seperti Barca, penyatuan treble winners sebetulnya sudah pernah dialami oleh sejumlah klub Eropa. Tahun 2013, Bayern Munich sukses menyatukan tiga gelar saat berhasil mengalahkan Stuttgart dengan skor 3-2 saat final DFB.
Dalam sejarah sepakbola, ada enam klub yang juga pernah menyatukan tiga gelar tersebut. Musim 1966-1967, Glasgow Celtic menjadi klub pertama yang mencetak sejarah melalui perolehan tiga gelar di masa itu. Masa itu, Liga Champions masih bernama Piala Champions atau Piala Eropa. Selain gelar bergengsi tersebut, klub asal Skotlandia ini telah menyatukan Piala Scottish dan juara Liga Skotlandia.
Di musim 1971-1972, prestasi serupa diraih oleh Ajax Amsterdam. Mereka berhasil menyabet dua gelar yang lain, yaitu KNVB Cup dan juara Eredivisie. Final di ajang Champions yang saat itu masih bernama European Cup dijalani dengan sangat sukses saat mereka menundukkan Inter Milan dengan skor 2-0. Kemenangan Ajax ditentukan oleh gol yang semuanya diciptakan oleh Johan Cruyff.
Ajax bukanlah satu-satunya klub dari Belanda yang mencatatkan prestasi tersebut. Sebab pada musim 1987-1988, PSV Eindhoven mencatatkan rekor terbaik mereka. Hanya dalam satu musim, mereka berhasil menyatukan gelar Eredivisie, KNVB, dan European Cup di bawah kepemimpinan Guss Hiddink. Final Eropa saat itu mempertemukan mereka dengan Benfica. Hasil kemenangan akhir diraih melalui drama adu penalti setelah bermain dua babak tanpa gol.
Di musim 1998/1999, MU menjadi klub Inggris yang pertama kalinya menyatukan tiga gelar bergengsi. Bahkan rekor mereka belum terpecahkan hingga saat ini oleh klub lainnya dari Liga Utama Inggris. Waktu itu, skuad MU terdiri dari formasi yang sangat melegenda seperti kehadiran Giggs, Beckham, dan Dwight Yorke. Sukses di dua liga domestik, mereka memastikan masuk ke babak final Champions, sampai akhirnya meraih kemenangan berkat Solskjaer dan Sheringham.
Di era 2000-an, prestasi serupa diulangi dari klub Serie A Italia. Musim 2009-2010 adalah era kejayaan Inter Milan di bawah kepemimpinan Mourinho. Ia bersama anak-anak asuhannya berhasil menyatukan gelar Champions, Coppa Italia, dan merebut Scudetto. Final waktu itu mempertemukan mereka dengan Munich.
Baru pada musim 2013-2014, perwakilan Bundesliga mencatatkan rekor pertama mereka melalui kesuksesan Bayern Muenchen. Kemenangan mereka di Bundesliga sudah dipastikan bahkan sebelum musim kompetisi berakhir. Setelah menaklukkan Dortmund dengan skor 2-1, mereka menyatukan gelar Champions setelah melalui perjalanan panjang selama satu musim.

Makna Gelar Juara Eropa Bagi Juventus Dan Sepakbola Italia

27. Makna Gelar Juara Eropa Bagi Juventus Dan Sepakbola Italia
Berhasil lolos ke partai final Liga Champions Eropa merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi Juventus yang beberapa tahun terakhir selalu meraih scudetto Liga Serie A Italia. Berhasil mengalahkan Real Madrid pada dua leg semifinal memperlihatkan kekuatan dan juga semangat para pemain Juventus. Seluruh pemain dan manajer Massimiliano Allegri pantas mendapat pujian atas prestasi Juventus di musim ini; bahkan jika mereka tidak mencapai partai final Liga Champions Eropa. Satu – satunya penghalang bagi para pemain Juventus untuk mengangkat tropi Liga Champions Eropa hanyalah Barcelona. Masih ada pekerjaan besar menunggu para pemain Juventus; mencetak gol ke gawang Barcelona dan mencegah Linoel Messi, Neymar, Luis Suarez dan kawan – kawan mencetak gol ke gawang Gianluigi Buffon.
Harus diakui bahwa lini belakang Juventus merupakan salah satu barisan pemain bertahan terbaik di dunia saat ini; performa penjaga gawang veteran Gianluigi Buffon juga masih tangguh ketika penjaga gawang seangkatan dirinya telah mulai menurun atau pensiun. Sehingga bukanlah hal yang tabu bagi para pemain Juventus untuk bermimpi memenangkan tropi Liga Champions Eropa pada laga final di Berlin nanti. Memenangkan gelar tersebut akan sangat berarti bagi Juventus dan juga sepakbola Italia pada umumnya; terutama setelah beberapa tahun terakhir pamor Liga Serie A Italia menurun dan dianggap kalah bergengsi dibandingkan dengan Liga Primer Inggris, La Liga Spanyol dan Ligue 1 Perancis hanya karena klub Italia memiliki kebijakan belanja pemain yang lebih hemat dibandingkan klub – klub besar negara – negara tadi.
Bagi Juventus; memenangkan gelar Liga Champions Eropa berarti menjadi klub treble winner. Si Nyonya Besar sudah memenangkan gelar Liga Serie A dan Coppa Italia musim ini sehingga tambahan 1 gelar lagi akan membuat mereka memenangkan 3 gelar dalam 1 musim. Sepanjang sejarah Juventus sebagai sebuah klub sepakbola; gelar juara Liga Champions Eropa baru 2 kali berhasil mereka raih. Sementara sukses Juventus di kancah domestik memang tidak dapat dibantah selama beberapa tahun terakhir; karena AC Milan dan Inter Milan meredup serta AS Roma, Lazio dan kekuatan baru pada diri Napoli belum mampu menghentikan dominasi Juventus di tanah Italia. Bagaimana Juventus secara beruntun mengalahkan Inter Milan dan Napoli dalam 2 minggu dan Massimiliano Allegri melakukan rotasi pemain menunjukkan bahwa kekuatan Juventus sulit untuk dikalahkan oleh klub – klub Italia yang lain.
Memenangkan gelar juara Eropa mungkin juga akan mencegah para pemain bintang Juventus meninggalkan klub tersebut. Paul Pogba dikabarkan akan meninggalkan Juventus dan telah dihubungkan dengan beberapa klub besar Eropa seperti Barcelona dan Manchester City. Di sisi lain; beberapa pemain veteran seperti Andrea Pirlo dan Carlos Tevez dikabarkan akan meninggalkan Juventus jika berhasil mengangkat tropi juara Eropa. Jika benar Tevez dan Pirlo meninggalkan Juventus; maka menjadi juara Liga Champions dapat meningkatkan pamor klub sehingga lebih menarik bagi para pemain bintang untuk bermain bagi Juventus.
Jika Juventus berhasil menjadi juara Eropa; maka kemenangan tersebut dapat menjadi tonggak kebangkitan sepakbola Italia setelah Napoli dan Fiorentina berhasil mencapai semifinal Piala UEFA meskipun keduanya gagal melaju ke partai final. Kekuatan Juventus mungkin tidak dapat melambangkan kekuatan sepakbola Italia karena tim ini terdiri dari pemain – pemain dari berbagai negara, namun bagaimana seorang Antonio Conte dan Massimiliano Allegri mengelola Juventus memperlihatkan bahwa Italia tidak kekurangan tactician atau manajer hebat untuk membawa sepakbola Italia kembali disegani di kancah sepakbola internasional.

Ancelotti Dipecat, Apa Yang Akan Ia Lakukan?

456. Ancelotti Dipecat, Apa Yang Akan Ia Lakukan
Akhirnya, pulang juga Carlo Ancelotti ke Italia setelah dirinya secara resmi dinyatakan dipecat dari kursi pelatih Real Madrid. Kontrak yang ia jalani bersama salah satu klub terkuat Liga Spanyol itu pun harus diakhiri prematur. Pengumuman pemecatan sang pelatih dinyatakan sendiri oleh Presiden Klub, Florentino Perez. Perihal pemecatan pelatih, ada sejumlah versi alasan yang menyebabkan jajaran petinggi klub memutuskan hal tersebut. Salah satunya adalah kegagalan Ancelotti untuk meraih satu gelar pun selama musim kemarin. Dan kabar itu pun semakin menguat semenjak mereka dikalahkan Juventus dalam babak semi final Liga Champions. Atas pemecatan itu, Perez juga menyampaikan rasa terima kasih pada Ancelotti yang selama ini telah menyumbangkan jerih payahnya selama ini.
Kehadiran pertama Ancelotti di Real Madrid dikenang sebagai momen penting karena ia bertugas menangani tim yang sempat kocar-kacir sepeninggal Mourinho. Debutnya di musim awal memang sangat bagus karena berhasil mengantarkan Real Madrid meraih gelar Copa del Rey dan Champions. Apa yang diharapkan oleh klubnya memang mempertahankan dan mengembalikan kejayaan Real Madrid. Sayangnya, di musim berikutnya, ia tak mampu mengulangi kesuksesan tersebut. Menariknya, sejumlah pemain di klub sebelumnya juga menyarankan supaya ia segera ditendang. Hal itu bertolak belakang dengan keiginan Ancelotti yang masih ingin bertahan di Bernabeu.
Sementara itu, Presiden dan jajaran petinggi lainnya tidak ingin memperpanjang masa kontrak Ancelotti dan bahkan segera memutuskan untuk menghentikannya lebih awal. Di konferensi pers, Perez menyatakan kalau klub yang ia pimpin saat ini memiliki sejumlah target yang sangat penting. Proses pengambilan keputusan pun dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan mendetil. Dan demi meningkatkan kualitas dan martabat klub, solusi satu-satunya ialah dengan segera memecat Ancelotti. Ia sendiri mengakui bahwa keputusan untuk memecat Ancelotti itu cukup sulit. Namun apapun hasil putusannya, ia memprioritaskan kebutuhan klub sekarang ini. Jadi, keputusan terakhir itulah yang terbaik bagi klub, dan barangkali juga paling tepat untuk Ancelotti sendiri.
Apa reaksi Ancelotti selepas kabar pemutusan resmi atas pemecatan dirinya. Ia mengakui bahwa ketika pertama kali menjalin kerjasama dengan Presiden, dirinya memang hanya diberikan dua kali kesempatan. Dua musim telah ia jalani bersama Real Madrid. Musim pertama berlangsung dengan mulus, namun tidak pada musim berikutnya. Sehingga dua kesempatan itu pun tidak terwujudkan dengan baik. Pada dasarnya, ia sendiri sadar dengan prestasi tim yang selama ini berada di bawah kepemimpinannya. Sebagai salah satu pelatih yang dianggap terbaik, Ancelotti memang sering menyatakan kalau dirinya ingin menangani Real Madrid. Setelah keinginannya tercapai, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan, begitu juga dengan keinginan sebagian besar orang. Oleh karena itu, ia mengucapkan banyak terima kasih kepada para pendukung Real Madrid dan para pemain yang telah bersamanya selama dua tahun ini. Pernyataan tersebut ia sampaikan sendiri melalui akun Twitter pribadinya.
Lalu, apa yang akan ia jalani selepas dari Real Madrid. Dalam pernyataan resminya, ia akan menjalani operasi atas sebuah penyakit yang dideritanya. Menariknya, sebagian sumber menyebutkan bahwa ia kemungkinan akan kembali ke klub lamanya, AC Milan. Kabar tersebut semakin diperkuat dengan berbagai pihak yang mengklarifikasi pernyataan pihak AC Milan yang ingin mendatangkan kembali sang pelatih ini. Di lain pihak, Ancelotti juga membuka kesempatan untuk bergabung kembali. Sebab ia sendiri pernah menyatakan kalau ia kembali ke Italia, ia akan memilih untuk kembali ke AC Milan.

Amazing Graphics of Anomaly Defenders

Anomaly Defenders become one of the games that have incredible graphics. This game was made by Bits Studios with the same concept in some kind of game the previous tower. In this game the player will have a defensive position so will feel challenged. If you never played a game with strategy anomaly then you will be amazed with this game. Mechanisms and design in this game is made very detailed and complex. judi bola
Theme of Anomaly Defenders
Defenders anomaly is basically `one tower defense game. If you ever played the game of Diet Coke strategy to be applied by the player is almost the same. These games seem to have a simple technique, but you can feel the sensation of anomaly tower game. Each player will feel the beauty of the graphics is very detailed. Players have full control lane game through the first two games Anomaly. The best graphics in this game are seen floating on the building surface.
Feature of Anomaly Defenders
In Anomaly Defenders the player always gave the first opportunity to complete two games. This game provides 8 kinds of tower field that can be selected freely. Players only need to set goals in accordance with the target victory tower. There are several techniques that must be mastered as an ambush of enemy players, attacks on tourists, and sometimes fight for territory that many of storing wealth. Players also have to do a strategy for selecting the type of tower, determine where the tower, and avoid the traps of the enemy.
Pros
The proudest Anomaly governance Defenders is a very impressive graphics. All floating platforms appearance look cool and make the game more comfortable. In addition, there are several other advantages, namely:
– Game play in Anomaly Defenders set all players to choose the rules of the game. Setting all weapons, players, and patron of the start of the game. In each mission and the provision of energy and some of the supply of arms that can be managed by all the players.
– Details in Anomaly Defenders graphics look very complete. The game is described by the symbol and careful enough points.
– In this game the player did not have to learn the technique of tower defense for player’s new arrivals.
– Players have the opportunity to control all enemy lines so the traffic control tower in the game it becomes easier.
Cons
Although Anomaly Defenders has animation and stunning graphics, but the game also have some disadvantages. Some of the weaknesses that you may encounter are as follows:
– Tower in this game can be chosen freely by all players. But the provision of this tower was to have boundaries that are difficult to open. This makes the player will continue to feel back to the election of the same tower.
– This game feels less unique in the tower strategy that makes the players become more independent and able to evade enemy attacks quickly.
– If you play at a low level, then this game did not have the challenge and will seem boring.